Thursday, January 5, 2012

Daripada operasi plastik, operasi cinta aja boleh gak?!



Miris setelah baca artikel di atas. Kasihan jadi ya. Terlebih lagi ketika saya baca ini “orang cakep, dianggap lebih banyak dapet kesempatan kerja dibanding orang jelek/biasa aja”, rasanya gimana gitu. Setidaknya ini buat saya beruntung lahir di Indonesia karena untuk mencari pekerjaan di sini tidak terlalu dilihat penampilan fisiknya, kecuali pekerjaan macam model, aktris/aktor, pramugari/pramugara, dan sejenisnya. Hehehe..

Saya adalah penggemar berat drama Korea dan suka dengan boyband korea "Big Bang" serta girlband "2NE1". Masalah operasi plastik (oplas) di Korsel memang sudah sangat lama saya ketahui dan hampir semua aktris, aktor, dan penyanyi yang cantik dan ganteng karena hasil oplasan. Sudah banyak pula aktris, aktor, dan bintang-bintang kpop mengakui oplasan yang mereka lakui. Bisa dibilang itu sudah rahasia umum, jadi percuma aja disembunyiin.

Kalau berdasarkan kesoktahuan saya, operasi plastik memang mau tidak mau harus dilakuin para bintang-bintang tersebut karena tuntutan persaingan di dunia perselebritisan Korea. Makin cantik atau makin ganteng, makin banyak pula penggemar dan tawaran tampilan dimana-mana.

Hal lucu yang saya baca dari sebuah blog tentang jalan-jalan ke Korea Selatan. (Saya lupa linknya, hehehe..) Ketika kita ke Korsel ada sebuah paket tur yang cukup unik yaitu tur operasi plastik. Maksudnya jika mengikuti tur tersebut kita akan diajak mengunjungi klinik-klinik operasi plastik yang bertebaran di Korsel. Mungkin saja saat mengunjungi klinik-klinik tersebut, kita ditawari paket oplas dengan harga miring. Hehehe.. Ini kali loh. Cuma sekira-kira saya aja. Oiya, yang saya baca dari blog itu lagi katanya bonus dari ikut tur itu adalah suntik vitamin C yang bisa bikin kulit orang Korsel cerah cemerlang. Hehehe.. Lucu ya. 

Tapi daripada operasi plastik, saya mau operasi cinta aja deh. Hahahaha.. By the way, semoga saya bisa ke Korea Selatan. Amin. 

Tuesday, January 3, 2012

Jump Session at Bhukit

Sedikit foto dari jalan-jalan ke Phuket, Thailand tanggal 30 Oktober - 4 November 2011. Pengalaman yang menyenangkan bersama Sheila dan keluarganya. Tapi ada rasa kurang puas karena belum ada pengalaman backpacking-an sendiri. Semoga saya bisa ke Phuket lagi dan lebih mengeksplor pulau-pulau lainnya. Hehehe.. :)

Selamat tinggal 2011, Selamat datang 2012!

Selamat Natal dan Tahun Baru!

Telat memang, tapi tak apalah, daripada tidak sama sekali. Tahun 2011 telah berakhir dan tahun 2012 pun tiba. Harus saya akui, tahun lalu minat menulis saya sangat berkurang. Huhuhuuuuu.. Semoga saja tahun 2012 yang katanya tahun kiamat ini, saya bisa jadi lebih rajin dan rajin lagi meng-update atau menulis di blog ini. Biarpun saya tidak bisa menulis di majalah atau koran, setidaknya saya bisa menulis dengan bebas di blog ini. Hehehehe..

Tahun 2011 lalu banyak hal yang telah saya lalu, diantaranya bisa jalan-jalan dan nonton konser. Hahaha.. Kayanya cuma itu doang kegiatan saya di tahun lalu. Hihihii.. Di tahun lalu saya telah berhasil ke Sarwana, Pulau Gusung Pandan, Kiluan, Pulau Bira, Pulau Pramuka, dan Pulau Biawak. Selain tempat-tempat itu, saya juga berhasil ke luar negeri. Hehehe.. Negara yang saya kunjungin pertama adalah Singapura. Alasan saya ke sana bukanlah untuk jalan-jalan melainkan karena mau nonton konser. Kepergian saya dan teman saya, Oye,  bisa dibilang cukup labil sebab kita mau nonton Korean Music Wave yang kebetulan ada Big Bang sama 2NE1. Hehehe.. Biar tidak mubazir jalan-jalan ke Singapura, kita juga sekalian keliling aja. Mahal tau ke luar negeri. Selain saya dan Oye, ada Innes juga yang ikut tapi dia nggak ikutan labil nonton konser. Hehe.. Banyak pengalaman lucu yang terjadi pas di Singapura, niatnya sih mau ditulis di sini tapi apadaya rasa malas menulis lebih banyak muncul kalau sudah di depan komputer. Hehehehe.. Jadi biarkan saja pengalaman unik itu jadi cerita yang tak akan dilupa oleh saya, Oye, dan Innes. ;p

Nah sebenarnya rencana pertama ke luar negeri saya adalah ke Phuket - Thailand karena saya sudah beli tiket pesawatnya dari tahun 2010, biasalah mencoba membeli tiket promo Air Asia. Sedangkan yang ke Singapura itu benar-benar modal nekat dan gila. Hahahaha.. Untuk yang ke Phuket ini belum lama ko', baru juga November kemarin dan lagi-lagi saya belum sempat nulis di blog tentang cerita di sana. Hahahaha.. Alasan basi!

Selain jalan-jalan, tahun 2011 saya juga nonton beberapa konser walaupun tak sebanyak pada tahun 2010. Konser yang saya tonton antara lain Sondre Lerche - Santana di Java Jazz, Jogja Hip Hop Foundation, Suede & 2PM - Konser Live & Rockin', Delhi 2 Dublin, Dwiki Dharmawan & Jogya String Quartet, Java Rocking Land, Depapepe - Java Soulnation, Incubus, Maroon 5, Big Bang & 2NE1 - Korean Music Wave, Nouvelle Vague - JCTC, dan lain-lain. Hhhmmmm... Ternyata banyak juga yak. Hahaha..

Oiya, di tahun 2011 kemarin saya sempat meluncurkan 2 mini koleksi dari Rona Uli Shop yaitu inu dan ino. Semoga 2012 bisa keluarin mini koleksi ketiga, amiiiinnn. 

Tahukah kalian resolusi tahun 2011 saya adalah memanjangkan rambut dan cukup tercapailah. Sekarang rambut saya sudah panjang segini. Hahahaha..
Tahun 2012 ini resolusi saya adalah bisa nyetir mobil, ngendarain motor, dan punya SIM. Hahahaha.. Resolusi yang simpel. ;)

Tuesday, December 13, 2011

Kenapa ya orang suka banget naik mobil sendirian?

Pertanyaan tersebut selalu muncul ketika saya terjebak dalam kemacetan di Jakarta.Tentunya saat itu saya sedang di dalam transportasi umum. Hhmmm.. mungkin saya tak tahu nikmatnya pergian sendirian dengan mobil pribadi karena memang saya belum bisa menyetir. Hehehe.. 

Mungkin kalau jalan-jalan sendirian dengan mobil di kala jalan lancar aman jaya, itu tak jadi masalah. Namun, apa yang terjadi kalau menyetir sendirian di saat "pamer paha" alias padat merayap tanpa harapan. Apa sih yang bisa dilakuin kala seperti itu? Kalau berdasarkan kesoktahuan saya, paling dengerin radio, dengerin lagu favorit dari ipod sambil nyanyi-nyanyi sendirian, dan yang paling sangat sering dilakuin pasti BBM-an. Iiihh ga bosen apa?! Tiap hari begitu, secara macet di Jakarta itu tiap hari dan tak kenal jam. Terkadang siang bolong aja bisa macet, padahal umumnya macet di waktu orang pergi dan pulang kantor. Hhmm.. Tapi ini Jakarta, bung! Mana bisa ditebak. Hehe.. ;p 

Oke, kalau pertanyaan saya ganti jadi, "Kenapa sih ga setiap satu mobil pribadi isinya lebih dari dua orang?" Jangan sampai, dalam mobil ada dua orang tapi satu supir dan satu lainnya majikan. Halah! Itu mah sama aja, cing!  

Sekedar saran dari saya buat yang suka naik mobil sendirian atau yang sama supir doang. Ayolah! Ajak rekan sekantor, teman sekampus, tetangga atau saudara yang pergi ke tempat searah untuk naik mobil sama-sama. Kalau seandainya semua orang yang suka naik mobil pribadi sendirian melakukan hal tersebut pasti macet di Jakarta berkurang. Saya yakin. 

Selain itu, si yang punya mobil pribadi pun jadi punya temen ngobrol dan temen baru. Untuk yang nebeng kan secara tidak langsung pengeluaran untuk transportasi berkurang. Nah, uang itu disisihkan saja buat si yang punya mobil. Lumayan buat nambah-nambah bensin mobil. Hehehe.. 

Masukan saya lainnya buat pemerintah, coba dibikinlah aturan satu mobil harus berisi 3 atau lebih di setiap jalanan manapun di Jakarta. Setidaknya itu mengurangi penggunaan mobil di Jakarta. Kalau macet berkurang, orang-orang juga akan mulai berpikir untuk menggunakan transportasi umum.

Sekian usulan dari saya si pengguna setia transportasi umum, dari angkot, kopaja, metromini, dan KRL. Untuk usulan KRL sudah ada, tapi nanti saja saya sampaikan. Hehehe.. ;p

Monday, December 5, 2011

Naniura, Sashimi-nya Orang Batak

Sashimi merupakan makanan Jepang yang terbuat dari ikan segar yang disajikan mentah bersama kecap asin, parutan jahe, dan wasabi. Ternyata di tanah Batak pun juga ada sashimi, namanya naniura. Bentuk penyajian naniura memang tidak serupa dengan sashimi yang biasa ada di restoran Jepang. Tetapi persamaan kedua makanan ini terletak pada penggunaan bahan utamanya, yaitu ikan segar yang masih mentah. Sedangkan cara pengolahan dan bumbu yang digunakan, kedua makanan pasti berbeda. Cara membuat sashimi mungkin sudah banyak yang tahu dan sudah banyak tulisan yang membahas, sedangkan makanan naniura pasti tak banyak orang yang mengenal.

Konon katanya, naniura merupakan makanan pembesar di tanah Batak. Nama naniura sendiri, diambil dari bahasa Batak yang berarti ikan yang tidak dimasak, sesuai dengan cara membuat makanan ini.

Naniura memang makanan yang sangat susah dicari. Jangankan mencari makanan ini di Jakarta, mencari di Tapanuli Utara khususnya Danau Toba saja sulit. Tidak seperti arsik yang ada di hampir semua warung makanan di Tapanuli atau lapo-lapo di Jakarta. Naniura hanya ada saat perayaan tertentu dan tak banyak yang bisa membuat makanan ini. Biasanya masakan ini dibuat saat satu keluarga merayakan sesuatu, seperti kelulusan anak, anak yang mau merantau jauh, dan lain-lain.

Tak banyak yang bisa membuat naniura karena bahan dasar yang terbuat dari ikan mentah dapat menimbulkan bau amis. Namun, ternyata bau amis itu bisa tidak muncul jika ikan yang dipilih masih segar dan pengolahannya benar.

Pengolahan makanan ini diawali dengan membersihkan sisik ikan mas, lalu belah punggungnya dan duri ikan dikeluarkan semua. Sesudah bersih, ikan digarami dan diasami dengan asam jungga atau asam limau. Rendaman asam jungga inilah yang secara kimiawi kemudian mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis. Biarkan ikan yang digarami dan diasami tersebut selama 5 jam.

Selama menunggu, buatlah bumbu halus untuk dilumuri pada ikan mas. Kemiri digongseng, biarkan dulu. Jahe, kunyit, bawang merah, dan bawang putih digoreng. Lalu rias dikukus, sedangkan cabai digiling. Seluruh bumbu termasuk andaliman, kemudian ditumbuk. Setelah 5 jam, bumbu yang ditumbuk tadi diolesi ke permukaan ikan dan biarkan selama satu jam lagi. Kemudian, naniura dengan rasa asam sedikit pedas karena andaliman rempah-rempah khas orang Batak ini pun siap dihidangkan untuk keluarga.

*Saya sedang mencoba menulis sesuatu yang informatif dan berguna. ;)

Thursday, October 13, 2011

singapore with instaxia

Tuesday, October 11, 2011

Berkuliah Lagi

Seminggu sudah saya menjalankan aktivitas sebagai mahasiswi lagi. Hhmmm.. Setelah kurang lebih dua tahun saya menjadi anak putus sekolah, akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk kembali melanjutkan. Tahun 2009 yang lalu saya lulus dari sebuah universitas negeri di Depok bernama UI. Saya lulus dari Diploma 3 UI dengan jurusan Penyiaran. Rencananya dulu langsung lanjut di ekstensi UI jurusan Periklanan, tapi apadaya saya ternyata gagal pada ujian seleksi tersebut. Dalam hati sedih dan kesal, tapi apa mau dikata emang nasib berkata lain.

Lalu, saya memutuskan untuk mencari kerja saja. Lamar sana-sini, tes sana-sini, dan interview sana-sini. Baru saya sadarin saat itu ternyata mencari kerja itu juga susah. Enam bulan menganggur, enam bulan luntang-lantung, enam bulan hura-hura, dan akhirnya saya pun kerja. Dalam prinsip saya pada waktu itu adalah, "Saya akan kerja di perusahaan yang terima saya duluan." Bisa dibilang pada saat itu saya mengalami sedikit stress, makanya prinsip murahan itu muncul. Hahaha.. Oiya, ada satu prinsip lagi muncul ketika itu, "Dapet kerja apa saja, nanti uangnya dikumpulin buat jadi apa yang saya suka." Hahahaha.. Jangan dianggap serius prinsip-prinsip itu, soalnya muncul di saat saya lagi gila. Hehehe..

Satu tahun sembilan bulan sebelas hari saya kerja di kantor ini, saya pun memutuskan untuk berkuliah lagi. Tepat satu minggu lebih sehari, saya sudah menjalankan aktivitas menjadi mahasiswi. Saya melanjutkan kuliah di kampus yang bernama Universitas Indraprasta, disingkat UNINDRA, jurusan yang diambil Pendidikan Bahasa Inggris. Yak memang, jurusan yang saya ambil jauh dari jurusan saya sebelumnya, tapi memang itu yang saya pilih.

Seminggu lewat dua hari, saya telah menjalan perkuliahan di kampus baru itu. Seminggu pertama seperti biasanya, pasti selalu ada saja dosen yang tidak masuk. Padahal saya yang dari kantor di Pasar Baru sudah semangat-semangat datang ke kampus, tapi ternyata dosen tidak datang. Masa dosen kalah mahasiswi ya sih! (Cieeelaah Grace! Paling juga ini di awal doang, akhir-akhir semester bakalan bolos-bolos juga. Hahahaha..)

Di kampus ini saya berstatus sebagai pindahan, kalo istilah di kampus itu "mahasiswa terbang". Mungkin maksudnya, saya adalah mahasiswa yang terbang dari kelas satu ke kelas lain karena saya bisa ambil mata kuliah dari semester satu sampai tujuh. Hhhmmm.. Cukup aneh juga istilah ya. Hehehe.. Ya kelas yang saya pilih memang beda-beda, alhasil saya mesti lebih banyak berkenalan dengan orang baru. Beda-beda kelas ada enak dan ga enak ya, tapi ya memang harus dijalanin karena ini uda resiko yang gue ambil. :)

Apalagi yang mau saya tulis di sini?! Baru juga kuliah seminggu dan hampir semuanya mata kuliah belom ada dosen ya. Jadi belom ada pengalaman menarik yang bisa saya ceritakan. Oiya, sebenarnya saya berkuliah di sini bareng teman namanya Uci si Ipit. Tapi kayanya tuh anak masih bimbang antara kuliah sama karir, jadi ya itu terserah dia. Kalo dia mau kuliah bareng ya ayok, kalo ternyata dia memutuskan untuk ngga kuliah ya silakan. Pilihan itu ada didiri kita sendiri, ikutilah kata hati sendiri. Jangan ikutin orang lain apalagi kalo ngikutin sampai neraka, ga mau kan?! (Apa sih, Grace? Sambit nih!) ;p

Mari saya selesaikan tulisan ini, daripada nanti nglantur yang aneh-aneh. Hehehe.. Pesan untuk diri saya sendiri, AYO SEKOLAH! :D

hasil si instaxia (1)

Monday, September 5, 2011

New Baby: "Instaxia"

Yess! Saya punya mainan baru yaitu Fujifilm Instax Mini 7s warna biru. Mainan baru saya namai, Instaxia. *Ga kreatif banget sih!* Sebenernya sih ini barang second, saya beli dari kenalan di plurk. Katanya baru dipake 2 kali (kalau ga salah) buat acara musik yang disponsorin rokok gitu, kebetulan doi EO acara tersebut. Trus acara kelar, instaxnya uda nggak dipake jadi daripada dibuang sama doi dijual deh dengan harga sangat miring, yaitu 550ribu. Yauds, karna emang saya pengen banget punya instax ini, saya beli deh.

Si Instaxia ini sejenis polaroid, kamera langsung jadi. Oiya, saya baru tahu dari hasil gugel, ternyata 7s itu berarti hasil foto jadi dalam 7 detik. *Betul ga sih tuh?!* Hehehe..

Memang mainan ini cukup memakan biaya yang mahal, karna harus beli isi filmnya dengan harga 90ribu untuk isi 10 film. Tapi buat saya itu tak masalah, karna saya suka. Hehehe.. Lagian kalo ada temen mau minta difotoin pake si Instaxia, tinggal minta bayaran 1 film 10ribu. Hahahaha..

Instaxia, come to mama! :*


Friday, September 2, 2011

Futsil HKBP Pasar Minggu