Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Sunday, September 19, 2010

lagi lagi buku

Akhirnya gue menyelesaikan dua novel yang pernah tulis sinopsisnya di sini. Sebenarnya gue uda selesai baca itu dari sebulanan yang lalu, tapi baru sempat melapor di blog sekarang. Hahaha.. (emang blog gue ini kantor polisi apa??!!) Cukup lama gue membaca kedua novel karna gue membaca hanya pada saat menunggu sesuatu, entah menunggu kereta, bus trans, maupun orang. (apakah gue harus baca terus buat menunggu kapan seorang lelaki itu datang ya???!! Hahahaha.. jijik!)

Kedua novel itu cukup menghibur untuk menemani selama gue menunggu. Walaupun ga bagus-bagus banget, tapi lumayanlah. Gue cukup suka dengan kisah-kisah yang diceritakan oleh Gadis Pendongeng itu. Seandainya gue bisa seperti Gadis Pendongeng itu, bisa menceritakan suatu kisah dengan menarik. Amin.

Setelah dua novel, gue sedang bernostalgia dengan membaca novel karangan Enid Blyton. Dulu gue suka banget baca novel-novel karangan beliau. Novel-novel yang gue baca karna hasil pinjaman di perpustakaan SD & SMP. Gue pernah ngumpulin novelnya yang The Malory Towers series dan The St. Clare's series, tapi sayang hilang entah kemana, mungkin hilang saat bangun rumah dulu. Efek setelah gue baca kedua seri novel-novel tersebut, gue pengen rasanya bersekolah di sekolah asrama. Hahaha.. Emang dulu bokap gue hampir menawarkan gue untuk lanjut di sekolah asrama, tapi sayang mahal dan bayarnya pake dollar cing! ;p

Sekarang gue berencana untuk mengumpulkan novel-novel Enid Blyton lagi. Setelah gajian bulan lalu, langsunglah gue berburu ke Gramedia. Dua novel The St. Clare's gue belilah. (belinya nyicil hihihi..) Satu yang gue kecewa yaitu covernya uda beda dan gue ga suka. :( Tapi yasudalah, misi harus tetap dijalankan. :D
Kalo The St. Clare's series dan The Malory Towers series, novel Enid Blyton yang gue kumpulin berikutnya adalah Lima Sekawan atau The Famous Five series.

**NB: Padahal buku-buku yang gue beli di Pesta Buku Jakarta belum pada dibaca. Hahaha.. :DD

Saturday, July 10, 2010

Pesta Buku Jakarta


Tadi sekitar jam 11an saya berangkat menuju Senayan (sebenarnya sih uda diganti jadi Gelora Bung Karno). Kebetulan di sana lagi ada acara Pesta Buku Jakarta dan saya sudah niat pengen dateng ke sana. Biarpun ga ada temen, saya tetep dateng. Seperti saya bilang sebelumnya, melalang buana sendirian cukup menyenangkan loh. :D Saya ke sana tentunya dengan bus transjakarta.

Pas sampe banyak orang yang berjalan keluar dari Senayan, baru pada tes CPNS (kayanya). Jalan di antara orang-orang itu, entah kenapa ada rasa bangga karna saya sudah punya pekerjaan. Walaupun pekerjaan saya bukan impian saya, tapi di umur saya yang masih tergolong muda dan betampang muda (sampe masih dikiran anak SMA ini) ternyata sudah bekerja. Hehehe.. Sedikit sombong boleh kan?! Saya kan cuma manusia biasa. ;p

Oke, lupakan itu. Lanjut ke Pesta Buku Jakarta. Berkeliling-keliling dari satu tenant ke tenant lainnya. Melihat-lihat ada buku menarik apa di tenant-tenant tersebut. Kebetulan tenant di bookfair ini lebih banyak dari penerbit, ada KPG, Mizan, Bukune, GPU, dll. Terus tenant-nya ternyata ga cuma dari penerbit buku aja, ada juga tenant pembuat illustrasi, peralatan naik gunung, penulis hiasan kaligrafi, dll. Lucu juga ya.

Tenant pertama yang saya kunjungin serta beli bukunya adalah Mizan. Di sini saya beli dua buku cukup unik sebenarnya. Saya aja pas sampe rumah sempet berpikir, kenapa saya beli buku ini ya?!! Hahaha.. Tapi emang tujuan saya ke Pesta Buku Jakarta buat beli buku yang sudah ga ada di toko buku sih. Ini bukunya: 'Kompor Meleduk Benyamin' dan 'Komeng Undercover'.

Buku yang saya beli berikutnya, 'Kenapa Kuda Lumping Makan Beling? Dan 61 Pertanyaan Ngaco Lainnya Dijawab oleh NAIF'. Saya beli buku ini karna sangat suka dengan band Naif. Padahal sejujurnya saya ga suka sama penerbit buku ini, yaitu Bukune. Karna saya ga suka sama pemilik penerbit ini. Hehehe.. Tapi karna rasa suka sama Naif, jadi lupakan kebencian itu untuk sementara. ;p

Kalau buku berikut yang saya beli ini, adalah komik 'Marvel Superhero: Contest of Champions'. Ini saya beli cuma buat iseng-iseng aja. Lagian ada free (Marvel) superhero pull-out poster.

Dan yang saya beli berikut yaitu komik 'Petualangan Naif dan Mesin Waktu 1: Radio Antik'. Komik ini yang saya cari-cari, sampe nanya ke Franki Indrasmoro a.k.a Pepeng Naif via twitter. Kebetulan saya uda dapet yang seri keduanya, 'Petualangan Naif dan Mesin Waktu 2: Johan & Enny'. Tapi karna ngrasa ga afdol belum beli yang seri satunya, seri duanya belum saya baca. Hehehe.. Setelah saya dapet komik seri satunya, langsung saya baca sebelum ngetik blog ini. Untuk review komiknya entar aja, setelah 5 seri komik ini keluar semua.

Sebenernya salah satu, niat saya ke Pesta Buku Jakarta adalah membeli buku import, tapi ternyata hanya ada satu tenant yang menjual buku import dan itu pun harganya masih cukup mahal. :( Dan saya cuma beli dua buku import. Tapi lumayan buat awal saya belajar bahasa inggris.

Saturday, May 22, 2010

Baca lagi dan lagi

Beberapa hari yang lalu, saya nge-post tulisan tentang buku yang sudah dan sedang saya baca. Nah! Terakhir yang saya baca adalah novel Perahu Kertas karya Dewi "Dee" Lestari. Ini novel Dee pertama yang saya baca karna baru bisa beli dan baca. Jadi saya ga tau gimana gaya cerita Dee, tapi denger dari temen-temen katanya kalo Dee itu bikin novel itu cukup berat. Dan untuk novel ini bisa dibilang ga berat, tapi sangat-sangat menarik.

Sebelumnya, mau bilang saya sejujurnya ga begitu suka sama novel percintaan. Apalagi kalo novel percintaan teenlit, mungkin saya ga suka karna iri. Hahahaha.. Mungkin itu terjadi saat saya membaca Perahu Kertas. Novel ini memang novel percintaan antara sepasang anak muda. Awal-awal bisa dibilang sedikit bergaya cerita teenlit. Tapi makin kebelakang ceritanya makin menarik dan penasaran. Walaupun saya sebenarnya baca ini harus dengan lapang dada. Hahaha.. (Lebay lo, gres! Bilang aja sirik!) ;p

Oke! Lupakan masalah ke-iri-an saya sama cerita percintaan. Secara keseluruhan saya suka sama cerita Perahu Kertas ini. Saya suka cara Dee bikin cerita perjalanan cinta antara Kugy dan Keenan. Walaupun sedikit gregetan karna Kugy dan Keenan ga pernah jujur sama perasaannya. Yaahh.. tapi memang harus begitu, biar ada kisahnya. :)))
Kebetulan bulan ini saya beli dua novel dan yang dibaca pertama adalah The Story Girl (Gadis Pendongeng) oleh L. M. Montgomery. Ini deskripsi yang ada di belakang novel:

"Aku suka jalanan, karena jalanan selalu membuatku bertanya-tanya apa yang ada di ujungnya," demikian si Gadis Pendongeng pernah berkata, lama berselang.

Musim semi itu, Beverly King juga tak tahu apa yang menanti di ujung jalan yang akan membawanya ke pertanian keluarga King di Pulau Prince Edward. Bev sudah sering mendengar ayahnya bercerita tentang rumah tempat dia dibesarkan; tentang pohon willow besar di gerbang, tentang kebun buah King yang terkenal, atau tentang para paman dan bibi.

Tapi merasakan sendiri semua keajaiban di tanah keluarga King ternyata jauh lebih menakjubkan. Apalagi hari-hari itu akan ia habiskan bersama para sepupu dan teman-teman. Bev mencatat semua kejadian luar biasa sepanjang tahun itu, juga salah satu hal terpenting... bertemu si Gadis Pendongeng dan mendengar kisah-kisah yang diceritakannya dengan suara emasnya yang misterius. Kisah-kisah yang didongengkan dengan begitu indah sehingga membuat para pendengarnya terisap ke dalam jalinan kata, dan serasa bertemu muka dengan para pahlawan, putri, dewa, bahkan sang Kematian sendiri!
Novel kedua yang saya beli yaitu The Golden Road. (Hari-Hari Bahagia) masih karangan L. M. Montgomery. Sedikit deskripsi yang ada di belakang novel:

Sara Stanley, si Gadis Pendongeng, kembali ke Carlisle untuk menghabiskan musim dingin bersama keluarga King. Untuk membantu melewatkan bulan-bulan musim dingin yang membosankan, dia mengusulkan kepada para sepupunya untuk membuat majalah. Beverley menjadi editornya, sedangkan dia, Felicity, Cecily, Dan, dan Felix bertanggung jawab terhadap kolom masing-masing.

Majalah itu juga akan memuat berbagai peristiwa menarik di Carlisle. Majalah Kita dengan cepat menjadi sumber hiburan yang menyenangkan bagi mereka, di samping berbagai peristiwa yang terjadi pada musim itu. Namun tak ada yang abadi, Ketika ayah si Gadis Pendongeng datang menjemput, dengan berat hati dia harus meninggalkan sahabat-sahabatnya di Pulau Prince Edward.

Saturday, May 8, 2010

Belajar menyukai baca buku

Kurang lebih empat bulan ini ada 3 buku (novel) yang saya baca. Bisa dibilang ini sesuatu yang jarang. Karena uda lama banget, saya ga melakukan rutinitas membaca. Alasan pertama karna saya ga punya duit buat beli buku (novel), mungkin waktu masih kecil saya masih suka minta dibeliin buku sama bokap. Tapi entah kenapa makin gede, makin males dan ga enak buat minta beli buku. Mau beli novel Harry Potter aja mesti ngrayu mati-matian dulu. Malahan Harpot terakhir aja belom kebeli. Padahal seharusnya orang tua kan mendukung hobi membaca buku karna buku itu jendela dunia. Hahahaha.. Gaya banget dah! Sebenernya sih alasan bokap ga mau ngbeliin itu supaya saya beli sendiri dengan cara menyisihkan uang jajan. Tapi secara saya adalah orang yang ga bisa mengatur keuangan secara baik. Alhasil, tak bisalah saya menyisihkan duit jajan itu. Hahahaha..

Alasan kedua, karna ga punya duit buat beli. Saya minjamlah sama temen, tapi entah kenapa dari semua buku yang saya pinjem ga ada satu pun yang selesai dibaca. Mungkin karna ada beberapa buku yang ceritanya membosankan dan akhirnya ga saya terusin deh bacanya. Sampe sekarang ada beberapa buku temen yang belum saya balikin. Hihihi..

Alasan ketiga karna saya merasa selama kuliah kemaren terlalu banyak bahan kuliah yang mesti dipelajarin. (Bah! Emang lo selama kuliah, belajar, Grace??!!) Sehingga, bikin saya jadi males sama yang namanya membaca. Tapi saya ga males kalau disuruh baca komik miko. Hahahaha..

Nah! Sejak saya bisa menghasilkan duit sendiri alias sudah bergaji atau bisa dibilang sudah bekerja. Hahahaha.. (Terlalu berbelit-belit sekali kau, Grace!) Seperti saya bilang di awal tulisan ini bahwa selama empat bulan ini sudah membaca 3 buku dan di sini bermaksud mereview. Pastinya me-review dengan cara saya. Ini cuma review-an dari seseorang yang sedang belajar menyukai membaca buku. :)

1. Totto-Chan: Gadis Cilik Di Jendela (Totto-Chan: The Little Girl at the Window) by Tetsuko Kuroyanagi

Buku pertama yang saya baca di bulan Januari akhirnya, dibeli setelah dapet gaji pertama. Hehehe.. Saya suka sama buku ini. Bercerita tentang gadis kecil jepang yang bernama Totto-chan (nama kecil si pengarang), dia seorang anak kecil yang sangat-sangat ingin tahu. Gadis kecil ini di sekolah pertamanya dianggap anak yang nakal sama gurunya, sehingga dia dikeluarkan dari sekolah. Padahal dia hanya anak kecil yang penuh semangat dan suka melihat sesuatu yang hal baru menurutnya. Akhirnya, mama pun mendaftarkan Totto-chan ke sekolah Tomoe Gakuen. Sekolah ini sangat-sangat menyenangkan buat Totto-chan. Jangankan Totto-chan, saya aja mungkin bakalan seneng bersekolah di Tomoe Gakuen. Sekolah dengan sistem seperti itu pasti buat saya jadi rajin dan bersemangat untuk ke sekolah. Kepala sekolah Tomoe Gakuen sungguh pintar, karna bisa buat anak-anak kecil di sekolah itu sangat menyukai sekolah. Banyak cerita menarik dari Totto-chan dan teman-teman sekolahnya yang di buku ini.

Saya suka buku ini dan ingin sekali kembali ke masa sekolah dasar, tapi dengan sistem sekolah yang seperti Tomoe Gakuen. Buku Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela adalah buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca.
photo from here (bukunya lagi dipinjem jadi ga bisa foto sendiri)

2. Botchan by Natsume Soseki

Buku kedua yang saya beli ini berkisah tentang seorang pria yang lahir di tokyo kerap dipanggil Botchan oleh pengurus rumah tangga, perempuan tua yang bernama Kiyo. Sejak kecil sudah memiliki ciri pemberontak. Sehingga orang tua jarang memuji dia, tapi kakaknya yang lebih dipuji. Kiyo lah yang suka memuji dan memanjakannya. Ibu Botchan meninggal ketika dia kecil dan beberapa tahun kemudian ayah Botchan pun menyusul. Setelah itu dimulai kehidupan Botchan yang sebenarnya. Awalnya Kiyo, mengajak Botchan untuk tinggal bersamanya di rumah keponakannya. Tapi Botchan memilih untuk melanjutkan sekolah di sekolah ilmu kejuruan pasti dengan uang warisan yang ditinggalkan ayahnya. Setelah lulus, dia menerima lowongan untuk menjadi seorang guru matematika di sebuah desa. Dan sebagian dari cerita ini pun berisi tentang Botchan dengan sifat pemberontaknya berusaha untuk memperbaiki "sistem" di sekolahan desa tersebut.

Sejujurnya saya merasa kecewa membeli buku ini. Ceritanya sedikit membosankan dan datar. Kenapa saya bisa sampe beli buku ini?? Mungkin karna masih terpengaruh dengan buku Totto-Chan: Gadis Cilik Di Jendela, kesamaannya 2 buku ini bercerita tentang sekolah. Tapi karna uda terlanjur dibeli, ya harus dibacalah. Hehehe..
3. De Journal by Naneng Setiasih

Saya pernah mengutip paragraf dari buku ini untuk ditulis di sini. Buku ini bercerita tentang backpacker wanita yang keliling indonesia dan 30 negara lainnya sendirian. Tapi di novel ini si penulis sekaligus backpackernya itu baru menceritakan tentang keliling indonesia, sedangkan keliling negaranya di buku berikutnya. Butuh usaha keras baca buku ini, karna saya sangat iri dengan Mba Naneng ini. Dia bisa melalang buana dengan modal nekat. Padahal kalau soal pergi sendiri, saya sering kok nglakuin itu. Tapi kenapa saya ga bisa kaya Mba Naneng ini ya?? Nasib orang berbeda-beda, mungkin suatu saat nanti saya bisa backpackeran seperti dia. (Amiiin)

Walaupun iri dengan cerita ini, tapi saya suka dengan tulisan Mba Naneng ini. Tidak hanya menceritakan tentang perjalanannya, dia menceritakan tentang pengetahuan yang diketahuinya. Banyak hal-hal yang tak saya sangka dari membaca buku ini. Banyak pandangan dia yang terkadang jadi pikiran saya juga.

Ada lagi yang bikin iri dari penulis ini, yaitu bagian setiap ada cowo bule yang naksir dia dan punya cerita indah dari setiap bule itu. Hahaha.. Cukup lumayan banyak pria bule yang naksir sama Mba Naneng ini. Dan saya yakin untuk beberapa wanita itu sedikit bikin iri. Atau cuma saya doang lagi??!! Hahahaha.. Saya saranin sebelum baca buku sebaiknya kalian banyak menahan emosi karna iri. Hahahaha..Itulah tiga buku yang saya baca. Ketiga buku itu selalu menemanin saya selama perjalanan pulang kerja. Sekarang buku yang sedang saya baca adalah novel karangan Dewi Lestari a.k.a. Dee yang berjudul Perahu Kertas.