Monday, May 2, 2011

Terlewat Satu Bulan, Selamat Datang Bulan Mei!

WOW!! Ternyata bulan April kemarin saya sama sekali tidak meng-update blog ini. *dasar pemalas* Padahal banyak petualang-petualangan yang sudah saya lakuin. Dan sekarang saya bingung harus mulai cerita darimana. Hahahaha..

Baiklah, saya akan memulai cerita 2 pertunjukan musik yang saya tonton di Salihara. Pada bulan Maret ada 3 pertunjukan musik yang saya saksikan di Salihara. Pertunjukan pertama yaitu Hip Hop Diningrat, dan sudah saya ceritakan di sini. Kemudian, pertunjukan musik kedua yaitu Delhi 2 Dublin.


Delhi 2 Dublin
Kuintet ini dikenal dengan musik yang energik: pembauran antara musik elektronik dan akustik dengan raggae, hip hop, dan kepekaan DJ. Terdiri dari lima orang musisi dengan latar belakang dan pengaruh musik yang sangat beragam membuat Delhi 2 Dublin tampil sebagai kelompok yang menghasilkan berbagai kolaborasi musik yang saling bertautan dan bersemangat dari Bhangra, Celtic, Dub Raggae, dan Elektronika.
Mereka telah bekerja sama selama lebih dari empat tahun dan baru saja mengeluarkan album ketiganya, Planet Electric, yang didapuk sebagai karya yang berhasil menjembatani pengaruh Asia dan Celtic dengan komposisi yang unik dan membungkus elemen etnik dengan dentuman irama yang melambung. Tarun Nayar (tabla, elektronika), Sanjay Seran (vox), Kytami (fiddle), Andrew Kim (sitar elektronik, gitar), Sara Fitzpatrick (biolin), Jaron Freeman (biolin), dan Ravi Binning (dhol) telah tampil di berbagai festival utama di Kanada dan Amerika Serikat, seperti di Bumbershoot Festival, Seattle; The Chicago World Music Festival, Chicago; Earthdance, California; Popkomm, Berlin; The Bali Spirit Festival, Bali; The Calgary Folk Festival, Calgary; dan di The Stern Grove Festival, San Francisco.
Dikutip dari website Salihara. Click.

Jujur saja sebenarnya saya tidak tau tentang grup musik ini. Saya tau hanya dari jadwal acaranya Salihara. Saya pun iseng mencari lagu dan video di youtube. Hhhhmmm.. Cukup menarik untuk disaksikan secara langsung. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli tiketnya. Kebetulan teman saya, Nyez dan Bule juga mau nonton. Kami pun menonton bersama pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2011.
Saya katakan dengan hati riang bahagia dan huruf besar semua, SAYA PUAS MENONTON DELHI 2 DUBLIN. Benar-benar sangat beruntung bisa menyaksikan mereka, apalagi saya hanya bayar 25 ribu saja. (Harga tiket ini untuk mahasiswa, umumnya 50 ribu) *emang lo masih mahasiswa, gres??!* *masih ko, buktinya KTM gue masih nyangkut tuh di dompet* Hehehe.. #geplak
Apa yang bikin saya puas di pertunjukan ini? Karna saya puas bisa jejogedan sesuka hati. Sesering saya menyaksikan pertunjukan musik di Salihara, baru kali ini para penonton turun dari bangku (model bangkunya kaya di bioskop) dan berjoged di depan panggung bersama Delhi 2 Dublin. Saya, Nyez, dan Bule tentu saja tergoda untuk jejogedan juga. Hehehe.. Akhirnya, kami pun berbaur dengan yang lain. Goyang bersama, saling tak kenal, tapi kami terbuai oleh alunan dan lagu yang dimainin Delhi 2 Dublin. Serta bisa dibilang sebagian besar dari yang menyaksikan pertunjukan ini baru pertama kali dengar lagu Delhi 2 Dublin. Memang musik itu sangat universal, mampu membuat kita terbuai walau baru pertama kali dengar. Apalagi kalo musik yang dimainkan, musik yang mampu membuat kita bergoyang. Yiiihhhaaaa!!! *gaya bener dah pendeskripsian saya ini* ;p
Saya lupa mereka mainin berapa lagu, kan acaranya sebulan yang lalu. Saya cuma inget kita senang-senang jejogedan sampai berkeringat. Hahaha.. Anggap saja sedang olahraga malam buat nurunin lemak, tapi sampai rumah makan lagi. Hahahaha.. Itu mah sama aja, dodong!
Berikut video yang sempat saya rekam.



Pertunjukan musik terakhir yang saya saksikan di bulan Maret kemarin adalah Dwiki Dharmawan & Jogya String Quartet. Saya menonton pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2011. Untuk kali ini saya menonton sendiri. *curcol*
Pertunjukan ini merupakan kolaborasi pertama Dwiki Dharmawan dengan Jogya String Quartet dan Donny Sunjoyo yang menampilkan karya-karya terbaru Dwiki. Jazz tetap menjadi kerangka utama musiknya, dengan memadukan piano dan intrumen senar. Karya-karya ini akan ditampilkan di berbagai perhelatan besar di Belanda, Swiss, Italia, dan Austria pada Juli 2011.

Dwiki Dharmawan adalah pianis dan komposer yang aktif dalam beragam kegiatan musik dan seni pertunjukan dan telah bekerja sama dengan banyak pemusik dan komposer dari berbagai negara. Jogya String Quartet dipimpin oleh selois, Dimawan Kresno Adji (Wawan), yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu personil Saunine dan Ubiet & Kroncong Tenggara. Donny Sunjoyo adalah salah seorang pemain bass akustik terbaik di Indonesia yang mendapatkan pelajaran musiknya dari Institut Musik Daya.
Dikutip dari website Salihara. Click.

Pertunjukan musiknya cukup menarik. Di sela-sela memainkan lagu ke lagu, Mas Dwiki tentunya menyapa dan bercanda dengan keluarga dan para penonton tentunya. Harus saya katakan, saya sempat tertidur karna capek bekerja dan latunan musiknya yang merdu. *cari-cari alasan aja lo, gres!* Hehehe.. Memang musik yang dimainkan Dwiki Darmawan dan Jogya String Quartet ini tergolong musik jazz, jadi maaf saja kalo saya terbuai untuk tidur. *lagi-lagi cari alasan* Hehehe.. Tapi saya sempat terbangun karna Mas Dwiki dkk mampu membuat hentakan-hentakan pada musiknya dan berhasil membuat saya memelekan mata. *bilang aja kaget, gres!* ;p

Maafkan saya, Mas Dwiki. Tapi jujur saya bangga ko bisa nonton konsernya. Karena Dwiki Darmawan dan Jogya String Quartet adalah para musisi handal milik Indonesia yang harus kita hormati dan hargai. :)


Sekian cerita tentang 2 pertunjukan musik yang saya saksikan di Salihara. Tulisan berikutnya akan menceritakan tentang petualang-petualangan saya bersama
PicnicHolic. Yeeaaahhh!!! :D

No comments: