Thursday, May 12, 2011

Ribuan Kiluan Meter Kutempuh, Demi Kudapatkan Kiluan Cintamu



TRIP TELUK KILUAN - LAMPUNG

with PicnicHolic


Jumat, 18 Februari 2011 - Minggu, 20 Februari 2011

Friday, May 6, 2011

d u a p u l u h t i g a

6 Mei 2011, saya berumur 23 tahun. Hhhhmmm.. Umur bertambah berarti masa hidup di dunia ini makin berkurang. Dan buat saya, itu berarti harus lebih banyak lagi melakukan berbagai aneka ragam petualangan di dunia ini. Yiiippppiieee!!!
Oiya, tanggal 4 Mei 2011 kemarin juga ulang tahun abang saya, Richie Ricardo Sitorus. Jadi, satu cake buat berdua. Antara pelit dan ngirit nih. Hahahaha..


SELAMAT ULANG TAHUN!!!
JAYA SELALU..
AMIN..
;)

Wednesday, May 4, 2011

Saya dan PicnicHolic

Trip pertama dengan PicnicHolic yaitu ke Sawarna pada bulan Januari kemarin dan sudah saya ceritakan di sini. Kalau-kalau dihitung-hitung saya sudah ikut 4 trip dari yang diadain sama PicnicHolic ini, kata si empunya trip ini 5 kali ikut trip dapet kaos gratis. *ayo satu trip lagi, gres!* *tapi duitnya uda abis buat konser :(* *berarti, ayo ngepet lagi!* Hahahaha.. #pasukanngepet
PicnicHolic didirikan oleh 2 orang aneh yang bernama mba Nyanyu dan mba Atiek. *siap-siap di-blacklist nih* Hahaha.. Mereka aneh tapi baik dan lucu ko'. *ga jadi di-blacklist ya kakak..* ;)

PicnicHolic ini memiliki konsep #GreenTravel dalam menjalankan semua pikniknya. Jadi PicnicHolic ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan ke tempat baru, dapat teman baru, bersenang-senang pasti ya, pengalaman baru, dan yang lebih penting diajak untuk peduli dengan lingkungan juga. Menjelang keberangkatan suatu trip, PicnicHolic selalu men-twit tips penting yang berkonsep #GreenTavel buat para peserta trip atau bisa juga buat yang ingin trip ke suatu tempat.

Berikut-berikut tips yang saya kutip dari twitternya PicnicHolic (Follow), yaitu:- bawa tumbler (wadah air minum) untuk mengurangi sampah botol plastik;
- bawa shopping bag biar pas beli oleh-oleh tidak perlu kantong plastik;
- kurangi penggunaan tissue dengan cara membawa saputangan;
- bawa hanya 2 kantong plastik, 1 untuk pakaian kotor dan 1 lagi untuk sampah pribadi untuk selama trip jika tidak menemukan tempat sampah;
- manfaatkan botol bekas yang kecil untuk isi ulang sabun dan sampo sehingga packing lebih ringkas dan hemat tempat
- gunakan sendal nyaman yang mudah dibersihkan- dll.

Selain itu, PicnicHolic juga memberikan tips tetap tetap nyaman dan cantik main dipantai/air meskipun menggunakan jilbab. Bisa dibaca di sini.

Nah itu sedikit perkenalan tentang PicnicHolic kalo mau kenal lebih jauh silakan mampir ke websitenya aja, di sini. Atau ikutan tripnya, tapi harus cepet-cepet bookingnya karna biasanya setelah jadwal trip diumumin bisa langsung full.

Dari 4 trip yang pernah saya ikuti bersama PicnicHolic, banyak kenalan baru yang saya temui. Saya yang pemalu ini
*geplak* jadi bisa malu-maluin gara-gara teman baru itu. Ada cerita lucu di setiap trip yang saya ikuti. Akan saya ceritakan nanti setelah tulisan ini. Semoga ga males. Hehehe..

Trip Sawarna - Banten Selatan(Foto dari Mba Nyanyu)

Trip Kiluan - Lampung Selatan

Trip Bira - Kepulauan Seribu
(Foto dari Mba Nyanyu)

Trip Hari Bumi - Pramuka, Kepulauan Seribu
(Foto dari Mba Bulan)



NB: Ikut trip kemana lagi ya??!! *cek dompet*

Monday, May 2, 2011

Terlewat Satu Bulan, Selamat Datang Bulan Mei!

WOW!! Ternyata bulan April kemarin saya sama sekali tidak meng-update blog ini. *dasar pemalas* Padahal banyak petualang-petualangan yang sudah saya lakuin. Dan sekarang saya bingung harus mulai cerita darimana. Hahahaha..

Baiklah, saya akan memulai cerita 2 pertunjukan musik yang saya tonton di Salihara. Pada bulan Maret ada 3 pertunjukan musik yang saya saksikan di Salihara. Pertunjukan pertama yaitu Hip Hop Diningrat, dan sudah saya ceritakan di sini. Kemudian, pertunjukan musik kedua yaitu Delhi 2 Dublin.


Delhi 2 Dublin
Kuintet ini dikenal dengan musik yang energik: pembauran antara musik elektronik dan akustik dengan raggae, hip hop, dan kepekaan DJ. Terdiri dari lima orang musisi dengan latar belakang dan pengaruh musik yang sangat beragam membuat Delhi 2 Dublin tampil sebagai kelompok yang menghasilkan berbagai kolaborasi musik yang saling bertautan dan bersemangat dari Bhangra, Celtic, Dub Raggae, dan Elektronika.
Mereka telah bekerja sama selama lebih dari empat tahun dan baru saja mengeluarkan album ketiganya, Planet Electric, yang didapuk sebagai karya yang berhasil menjembatani pengaruh Asia dan Celtic dengan komposisi yang unik dan membungkus elemen etnik dengan dentuman irama yang melambung. Tarun Nayar (tabla, elektronika), Sanjay Seran (vox), Kytami (fiddle), Andrew Kim (sitar elektronik, gitar), Sara Fitzpatrick (biolin), Jaron Freeman (biolin), dan Ravi Binning (dhol) telah tampil di berbagai festival utama di Kanada dan Amerika Serikat, seperti di Bumbershoot Festival, Seattle; The Chicago World Music Festival, Chicago; Earthdance, California; Popkomm, Berlin; The Bali Spirit Festival, Bali; The Calgary Folk Festival, Calgary; dan di The Stern Grove Festival, San Francisco.
Dikutip dari website Salihara. Click.

Jujur saja sebenarnya saya tidak tau tentang grup musik ini. Saya tau hanya dari jadwal acaranya Salihara. Saya pun iseng mencari lagu dan video di youtube. Hhhhmmm.. Cukup menarik untuk disaksikan secara langsung. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli tiketnya. Kebetulan teman saya, Nyez dan Bule juga mau nonton. Kami pun menonton bersama pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2011.
Saya katakan dengan hati riang bahagia dan huruf besar semua, SAYA PUAS MENONTON DELHI 2 DUBLIN. Benar-benar sangat beruntung bisa menyaksikan mereka, apalagi saya hanya bayar 25 ribu saja. (Harga tiket ini untuk mahasiswa, umumnya 50 ribu) *emang lo masih mahasiswa, gres??!* *masih ko, buktinya KTM gue masih nyangkut tuh di dompet* Hehehe.. #geplak
Apa yang bikin saya puas di pertunjukan ini? Karna saya puas bisa jejogedan sesuka hati. Sesering saya menyaksikan pertunjukan musik di Salihara, baru kali ini para penonton turun dari bangku (model bangkunya kaya di bioskop) dan berjoged di depan panggung bersama Delhi 2 Dublin. Saya, Nyez, dan Bule tentu saja tergoda untuk jejogedan juga. Hehehe.. Akhirnya, kami pun berbaur dengan yang lain. Goyang bersama, saling tak kenal, tapi kami terbuai oleh alunan dan lagu yang dimainin Delhi 2 Dublin. Serta bisa dibilang sebagian besar dari yang menyaksikan pertunjukan ini baru pertama kali dengar lagu Delhi 2 Dublin. Memang musik itu sangat universal, mampu membuat kita terbuai walau baru pertama kali dengar. Apalagi kalo musik yang dimainkan, musik yang mampu membuat kita bergoyang. Yiiihhhaaaa!!! *gaya bener dah pendeskripsian saya ini* ;p
Saya lupa mereka mainin berapa lagu, kan acaranya sebulan yang lalu. Saya cuma inget kita senang-senang jejogedan sampai berkeringat. Hahaha.. Anggap saja sedang olahraga malam buat nurunin lemak, tapi sampai rumah makan lagi. Hahahaha.. Itu mah sama aja, dodong!
Berikut video yang sempat saya rekam.



Pertunjukan musik terakhir yang saya saksikan di bulan Maret kemarin adalah Dwiki Dharmawan & Jogya String Quartet. Saya menonton pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2011. Untuk kali ini saya menonton sendiri. *curcol*
Pertunjukan ini merupakan kolaborasi pertama Dwiki Dharmawan dengan Jogya String Quartet dan Donny Sunjoyo yang menampilkan karya-karya terbaru Dwiki. Jazz tetap menjadi kerangka utama musiknya, dengan memadukan piano dan intrumen senar. Karya-karya ini akan ditampilkan di berbagai perhelatan besar di Belanda, Swiss, Italia, dan Austria pada Juli 2011.

Dwiki Dharmawan adalah pianis dan komposer yang aktif dalam beragam kegiatan musik dan seni pertunjukan dan telah bekerja sama dengan banyak pemusik dan komposer dari berbagai negara. Jogya String Quartet dipimpin oleh selois, Dimawan Kresno Adji (Wawan), yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu personil Saunine dan Ubiet & Kroncong Tenggara. Donny Sunjoyo adalah salah seorang pemain bass akustik terbaik di Indonesia yang mendapatkan pelajaran musiknya dari Institut Musik Daya.
Dikutip dari website Salihara. Click.

Pertunjukan musiknya cukup menarik. Di sela-sela memainkan lagu ke lagu, Mas Dwiki tentunya menyapa dan bercanda dengan keluarga dan para penonton tentunya. Harus saya katakan, saya sempat tertidur karna capek bekerja dan latunan musiknya yang merdu. *cari-cari alasan aja lo, gres!* Hehehe.. Memang musik yang dimainkan Dwiki Darmawan dan Jogya String Quartet ini tergolong musik jazz, jadi maaf saja kalo saya terbuai untuk tidur. *lagi-lagi cari alasan* Hehehe.. Tapi saya sempat terbangun karna Mas Dwiki dkk mampu membuat hentakan-hentakan pada musiknya dan berhasil membuat saya memelekan mata. *bilang aja kaget, gres!* ;p

Maafkan saya, Mas Dwiki. Tapi jujur saya bangga ko bisa nonton konsernya. Karena Dwiki Darmawan dan Jogya String Quartet adalah para musisi handal milik Indonesia yang harus kita hormati dan hargai. :)


Sekian cerita tentang 2 pertunjukan musik yang saya saksikan di Salihara. Tulisan berikutnya akan menceritakan tentang petualang-petualangan saya bersama
PicnicHolic. Yeeaaahhh!!! :D

Monday, March 21, 2011

2PM versus SUEDE



Malam minggu kemarin tepat tanggal 19 Maret 2011, saya bersama Atre dan Greggy menonton acara yang disponsori seluruh oleh Blackberry. (Smartphone yang tak pernah buat saya tergoda untuk membeli, karna saya lebih tergoda sama Iphone ato HP ber-OS android. Hahaha..) Acara yang mengusung nama Live & Rockin' ini memboyong 4 penampil dari luar negeri, yaitu 2PM (Korea), Shontelle (Amerika), Taio Cruz (Inggris), dan Suede (Inggris). Hhhmmm.. Kalau dari jenis musik para penampil ini bisa dibilang sangat variatif. Pertama kali tau yang tampil siapa saja, saya cukup merasa aneh. Apalagi dengan ada 2PM dan Suede, bagaikan sirup dan jamu nih. *perumpamaan yang aneh* Hehehe.. ;p

Oiya, bisa dibilang juga pemberitaan acara ini bisa dibilang mepet banget. Bayangkan acara baru di-announce sekitar 2 minggu sebelum tanggal 19 Maret. Untuk sebuah acara besar, terlebih yang nampilin penyanyi/band luar negeri pengumuman itu sangat terlalu mendadak sekali. Tapi ternyata pihak blackberry dan beberapa promotor yang bikin acara ini sempet kecolongan loh. Di websitenya Suede sudah diumumkan bahwa mereka akan tampil di Indonesia dalam acaranya blackberry. Hahaha..

Keanehan lainnya dari acara ini adalah cara untuk membeli tiketnya. Buat saya dari segala konser yang diadain di Indonesia dan yang pernah saya tonton, cuma cara pembelian tiket konser Live & Rockin' ini sangat-sangat aneh. Kalo dari hasil daya tangkap saya, sistem beli tiket VIP-nya tuh tukar tambah HP lama dengan blackberry tipe tertentu. HP lama cuma diharga 200 ribu / 400 ribu saja, sedangkan blackberry tipe tertentu itu harga 3-5 juta. *Oooohh meeenn!!! Ini cara beli tiket yang ngga masuk akal buat saya.*

Akhirnya, seminggu sebelum acara digelar ajang free giveaways buat yang mau nonton konser ini tanpa perlu menukartambahkan HP lamanya dengan blackberry tipe tertentu itu. Caranya gampang cuma mengunjungi ini terus pilih mau siapa penampil yang kamu suka, dan jawab pertanyaannya. Kalau ngga bisa jawab tinggal search di google. Hehehe.. Bila menjawab semua pertanyaan dengan benar, satu tiket akan didapat dan akan dikirim ke email. Lebih asiknya lagi, untuk kuis ini ngga harus yang punya blackberry, karna nomor IMEI bisa diganti dengan nomor KTP. Yeeess!!!

Ada cerita seru ketika saya mau mendapatkan tiket ini. Jadi ketika malam orang-orang pada sibuk mengunjungi situs ini. *Saya lupa tanggal berapanya. Hehehe..* Saat itu saya lebih memilih untuk tidur, karna percuma saja mencoba berkali-kali buat buka situs pasti ada beribu-ribu anak muda yang membukanya. Sebelum tidur saya berdoa, semoga besok pas saya bangun pagi masih bisa ikutan kuisnya. Dan masih bisa, yeaaahh! Ternyata benar, bangun pagi itu membawa rejeki. *Coba bangun pagi bisa membawa jodoh datang ke hati saya. #eeeaaa* Lalu saya tak tanggung-tanggung buat dapetin tiket untuk Atre & Greggy. *Kitakan mau 2PM-an bareng, ccyyiiin.*

Oke, balik lagi ke topik yang sesuai dengan judul tulisan ini. 2PM versus SUEDE.

Kenapa dari 4 penampil, saya cuma mau membahas 2PM dan Suede? Karna yang saya tau musiknya cuma dua penampil itu aja. Hehehe.. *maaf ya, shontelle dan taio cruz.*

Saya tau 2PM karna saya pecinta drama korea dan beberapa boyband korea, tapi saya bukan penganut yang fanatik. Jujur aja, 2PM bukan boyband favorit saya. Boyband korea favorit saya adalah Big Bang dan sedikit favorit sama Super Junior (Suju). Saya pun tau info tentang 2PM dan boyband ato girlband selain Big Bang/Suju itu dari sahabat saya, Atre & Greggy. Hahahaha..

Ketika tau 2PM main ke Indonesia dan dapetin tiketnya dengan cara gratis, saya pun tak ragu-ragu buat mengajak Atre dan Greggy. Alasan kenapa saya pengen liat 2PM karna kata beberapa orang liat boyband/girlband korea secara langsung tuh beda sama liat di video/foto. Ternyata emang bener, 2PM terlihat lebih putih dan besar. Hahaha.. Saya cukup berkesan dengan penampilannya 2PM karna saya, Atre, dan Greggy menebak kalau mereka pasti lipsync, tapi ternyata tidak. Mereka menyanyi secara live sambil ngdance. Hhhhmmm.. salut. Bisa dibilang gerakan dance 2PM cukup berat, soalnya berdasarkan pengalaman sahabat saya *tak boleh disebutkan namanya* berinisial GREG *hahaha* pernah mencoba dance 2PM dan katanya bisa bikin berat badan turun 1kilo. ;p Yang sangat disayangkan 2PM cuma main 4 lagu, berdasarkan info yang saya dapat setelah acara sih karna banyaknya yang pingsan. *Haddaaahh!! Itu pada pingsan karna ngliatin dada-dada dan lengan-lengannya 2PM ya. Hahaha..* Terus saya juga dapat info lagi, katanya 2PM tuh baru mendarat di Indonesia pas hari sabtu itu, setelah itu langsung rehearsal, kemudian tampil sekitar jam delapanan, dan langsung balik lagi ke korea. *WOW* Kasihaann.. Itu pasti capek banget. Kalau itu emang beneran begitu, tega bener manejemennya. Ckckckck..


Tak banyak yang bisa saya katakan tentang penampilan SUEDE. Saya cuma bisa bilang KEREEEENNN BANGEEETTT. Paman-paman dari inggris mainnya sangat pol-polan. Si paman Brett Anderson berhasil membuat saya tergoda dengan liukan badannya yang seksiiiieeehh abiieezzz. :9 Paman-paman ini memainkan lagu-lagu seperti 'Film Star', 'Animal Nitrate', 'We are the Pigs', 'By the Sea', 'Electricity', 'Can't Get Enough', 'So Young', 'Metal Mickey', 'New Generation', dan pastinya lagu andalan 'Beautiful Ones' sebagai lagu terakhir. Tapi karna penonton berteriak "we want more", akhirnya Suede pun menyanyikan 2 lagu tambahan 'Lazy' dan 'Saturday Night'.


Untuk Shontelle dan Taio Cruz saya tidak kenal, jadi tak ada cerita tentang mereka. Sorry ya. :)

Sunday, March 20, 2011

Hip Hop Diningrat


Jumat tanggal 18 Maret 2011 jam 7 malam kemarin saya menonton film Hip Hop Diningrat dan sekaligus menyaksikan penampilan Jogja Hip Hop Foundation di Teater Salihara. Saya memang sudah merencanakan untuk menyaksikan pertunjukkan ini dari sebulan yang lalu, sejak saya melihat jadwal pertunjukkan mereka di website Salihara. Ada empat pertunjukkan di Salihara yang wajib saya tonton, salah satunya ini. Semoga pertunjukkan lainnya bisa saya tonton semua. Amin. *Kalau mau tau ada apa aja di Komunitas Salihara, bisa liat di sini.*

Kali ini saya tidak sendirian. Hehehe.. Dari kantor saya pergi bareng Mona, teman saya sesama relawan di hijau damai dan sekarang jadi satu kantor tapi beda gedung, dan ada 5 teman saya lainnya yang langsung ketemuan di Salihara. Untuk menuju Salihara, saya dan Mona naik kereta dari stasiun Juanda, sebenarnya ini sama saja dengan rute saya pulang. Hehehe.. Ya iyalah, wong Salihara deket rumah saya. ;p

Sampai Salihara sudah ada empat teman saya yang menunggu, yaitu Oye, Kiki, Irna, dan Bima Wong. Tapi masih ada satu teman saya yang rumahnya di antah berantah itu masih menunggu kereta, namanya Innes ato biasa dipanggil Nyez. Makanya Nyez berangkat dari jam 12 siang aja. Hehehe..

Acara dimulai jam 7 malam dan dibuka oleh MC dadakan,
Pandji Pragiwaksono. Sebenarnya ini adalah pemutaran film dokumenter Hip Hop Diningrat tapi setelah pemutaran akan ada penampilan langsung dari Jogja Hip Hop Foundation.

Saya akan menceritakan sedikit tentang film dokumenter Hip Hop Diningrat ini, tapi sebelumnya maaf-maaf aja kalau penjelasan saya tentang film rada ngga detail. Kalau mau detailnya mah nonton sendiri ajalah. Hehehe.. ;)

Film dokumenter ini berkisah tentang perkembang sejarah musik hip hop di Jogja dari tahun 2003-2009. Yang menjadikan keunikan hip hop ini adalah bahasa yang digunakan yaitu bahasa Jawa. Pengumpulan gambar di film ini merupakan hasil kerja keras dari Juki (Kalo search di google sih nama panjangnya Marzuki Mohammad) yang rajin mendokumentasikan segala kegiatan yang dilakukan oleh para musisi hip hop di Jogja. Terus materi-materi itu digarap sama Chandra Hutagaol dan film dokumenter ini pun jadi setelah diolah sekitar selama 1 tahun 8 bulan. Diputar pertama kali di Jiffest 2010 kemarin. Dokumenter ini merupakan hasil dari 300 kaset video dan bertumpuk-tumpuk artikel media massa tentang perjalanan grup musik hip hop di Jogja yang dikumpulkan oleh Marzuki, durasi film ini awalnya 8 jam - 4 jam - 2 jam - terus jadi 65 menit. *Semoga saya ga salah denger*


Film ini berkisah tentang pengalaman Marzuki, pendiri Jogja Hip Hop Foundation, bersama teman-temannya memelopori rap berbahasa Jawa. Mulai pertunjukan-pertunjukan di kampung-kampung Jogja, seperti Angkringan Hip Hop, di Taman Ismail Marzuki (Jakarta), bahkan di Esplanade (Singapura), hingga kehidupan pribadi mereka. Para rapper juga diwawancarai dengan obrolan yang santai, tak dibuat-buat. Terkadang ada keluguan yang menjadikan film ini lucu dan tidak membosankan.
Dikutip dari sini
Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang dan tanya jawab sedikit dengan Marzuki Mohammad dan Chandra Hutagaol yang pasti masih dipandu oleh Pandji Pragiwaksono.

Acara pun ditutup oleh penampilan dari Jogja Hip Hop Foundation itu sendiri. Ada satu yang kurang nih, coba Pandji ikutan tampil setidaknya di lagu terakhir. Pasti tambah seru. Hehehe..

Align Center

Tuesday, March 15, 2011

Berbagi Ilmu #1

Repost dari sini oleh sempakusut

DOUBLE EXPOSURE ON OLYMPUS XA2

MAU TAU CARA BIKIN PHOTO KAYA GINI?



1. SIAPIN ALAT YANG MAU DI PAKE
APAAN AJA


SAMA KARTON YANG RADA TEBEL DEH


2. LO TULIS DEH TAGLINE ATAU KATA APA AJA YANG
MAU LO PAKE NTAR (BEBAS SUKA2 LO PADA AJA DAH)

3. SELSAI LO TULIS KATA NYA , LO CUTTER DEH
SEMUA HURUF PERHURUF NYA SAMPE BEGINI

4. TEMPELIN DEH KARTON YANG TADI LO TULIS DAN
UDAH LO CUTTER SAMPE BOLONG KE MONITOR KOMPUTER
SEBENERNYA BISA APA AJA ASAL NGELUARIN CAHAYA

5.MATIIN SEMUA LAMPU SAMPE YANG TERSISA CUMA
CAHAYA DARI MOITOR LO AJA , DAN BIASAKAN PAKE
TRIPOD SAATNGEJEPRET BIAR GAK GOYANG ,
ATAU BISA LO TARO DI BANGKU
ATAU APA AJA TUH KAMERA BIAR STABIL.
KARENA OLYMPUS XA2 SHUTTER NYA BISA NGEBUKA
SAMPE 3 DETIK DALAM KEADAAN YANG GELAP ATAU
MINIM CAHAYA , MAKAN NYA USAHAKAN JANGAN SAMPE
GOYANG PAS NGEJEPRET NYA

6. NAH LO ABISIN DEH SATU ROLL DENGAN OBJEK SI TULISAN ITU
KALO UDAH ABIS SATU ROLL ATAU 36X JEPRET
LO REWIND DEH TUH KAN , TAPI INGET JANGAN SAMPE
MASUK SEMUA LIDAH FILM NYA ,

NAH ROLL FILM LO BARTI SIAP UNTUK
PEMAKAIAN KEDUA NYA
LO BEBAS NYARI OBJEK NYA DAH ASLI
POKONYA SESUKA LO AJA DAN JADI DEH KAYA GINI

ATAU BISA JUGA LO PAKE DI KAMERA YANG BERBEDA
SUPER SAMPLER CONTOH NYA KAYA GINI

NAH INI HANYA BERDASARKAN PENGALAMAN GUE LOH
BARTI INI MASIH BISA DI KEMBANGIN LAGI
DENGAN BERBAGAIMACAM KAMERA ,
BUATLAH SE KREATIF MUNGKIN
DAN KALO ADA YANG KURANG JELAS
SILAHKAN BERTANYA
JANGAN MALU2 YAH HEHEHHE

Monday, March 14, 2011

Rona Uli Shop -- COMING SOON


Rona Uli is a fashion line that focused on “ulos” clothing. ”Ulos” is traditional cloth of Bataknese from North Sumatra. Not only that, “ulos” is also one of unique culture from Indonesia.
Rona Uli is a phrase from Batak word which means “here it comes the beautiful”. Rona Uli would like to present the beauty of “ulos” to all of the people and in the same time to preserve this unique culture.


Friday, March 11, 2011

Huru-Hara di Axis Java Jazz Festival 2011

Apa yang saya lakukan malam minggu kemarin? Saya nonton Axis Java Jazz Festival 2011 di JiExpo Kemayoran. Yeaaahh!!! Seperti sudah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya (di sini), sabtu kemarin saya memang mendapat kesempatan untuk datang ke Axis Java Jazz Festival 2011 secara gratis. Nah! Sekarang saya mau cerita tentang huru-hara yang terjadi di Java Jazz Festival kemarin. Yang pasti huru-haranya bukan sesuatu yang anarkis, tapi justru malah yang menyenangkan. :DD

Untungnya saya dapat tiket hari sabtu, hari dimana Sondre Lerche tampil karna penyanyi ini salah satu penampil yang pengen saya tonton. :)



Bahagianya saya bisa datang ke Axis Java Jazz Festival 2011 kemarin. Banyak yang saya temui dan liat, dari yang tampil, stand-stand, dan pengunjungnya. Yang tampil ada dari lokal sampai interlokal *eh.. salah* internasional maksud saya. ;p

Oiya, saya nonton spesial shownya Santana juga loh. Opa-opa satu itu tetap KEREN banget tampil ya. Salut! Opa Santana dkk berhasil mengajak penonton untuk bergoyang di setiap lagu, saya pun juga ikut bergoyang loh. ;)






Pertama kali datang, saya langsung mencapkan tangan saya di wall "Hands for Humanity", yakni aksi cap telapak tapak tangan untuk kemanusiaan. Kita menyumbangkan sejumlah rupiah dengan ikhlas, kemudian kita diberikan kesempatan mencapkan tangan kita sebagai bukti bahwa KITA PEDULI pada korban bencana alam, peperangan dan segala bentuk pelanggaran HAM yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.



Setelah itu, saya juga mengunjungi stand-stand yang ada di Axis Java Jazz 2011. Saya juga berkunjung ke Axis Lounge untuk menyempatkan diri mengetik live blogging. Banyak orang yang saya temui di Axis Java Jazz Festival 2011 ini, dari temen SMP, SMA, kuliah, temen ng-picnicholic, artis, sampe atlit. Dari yang gue kenal sampe yang ngga gue kenal. *loh?!* (Yaiyalah! Emang yang dateng ke Axis Java Jazz Festival 2011 lo kenal semua, Grace!)



Oiya, sistem membeli makanan di Axis Java Jazz 2011 itu sama kaya Java Jazz sebelumnya yaitu pake kartu prepaid. Untung aja, saya masih punya kartu prepaid tahun lalu jadi kemarin cuma tinggal isi saldo. Nah! Sekedar pesan *sok tau* dari saya, sebaiknya kartu prepaid yang kamu punya sekarang jangan dihilangin atau dibuang. Karna bisa aja tahun depan beli makanannya pake sistem kartu prepaid lagi, kecuali kalo kamu emang pengen koleksi kartunya. ;)


Penyanyi internasional yang saya tonton selain Sondre Lerche dan Santana, adalah penampilan New York Voices feat. Ron King Big Band. Walaupun saya cuma melihat 3 lagu terakhir, tapi itu sudah membuat saya kagum menyaksikan penampilan mereka. New York Voices yang memiliki suara sungguh harmonis dan merdu sangat apik penampilannya diiringi oleh Ron King Big Band. Merekalah penampil terakhir yang saya tonton di Axis Java Jazz Festival 2011.

*capek ya kaki ini, tapi senang ya hati ini* ;)


Terima kasih untuk Axis yang sudah memberikan saya tiket gratis. Semoga tahun depan saya bisa nonton Java Jazz Festival lagi. Semoga Axis jadi sponsor lagi dan saya dapet tiket gratis lagi. ;p

Saturday, March 5, 2011

Live Blogging: Kejutan di Axis Java Jazz 2011

Sekarang, saya lagi ada di Axis Java Jazz 2011. Kebetulan saya dapat tiket gratis dari Axis karna keikutsertaan saya di blogging competition dan tulisan saya yang ini masuk jadi 30 bloggers terpilih. Yiiihhhaaaa!!! :DD

Dan senangnya saya dapat tiket gratis hari sabtu, hari dimana Sondre Lerche tampil. Walaupun hari ini adalah penampilan Sondre Lerche kedua, penampilan tetap oke banget. :DD Tunggu upload-an video penampilan Sondre Lerche di blog saya ini. Mungkin 3 harian lagi muncul. *Kalo ngga keberentok sama kerjaan* Hehehehe... ;p

Kebahagian saya hari ini adalah saya dapat hadiah yang WOW dari teman.


Teman saya berbaik hati memberikan rekaman ucapan dari Sondre Lerche buat saya. :DD

Thanks, Bul. Atas rekaman ucapan Sondre Lerche.
Thanks, Axis. Saya bisa liat penampilan Sondre Lerche.