Friday, December 31, 2010

Tahun 2010 dan Jelang Tahun 2011

Banyak hal yang membuat saya bahagia di tahun 2010 ini, yaitu:

- Dapat kerja di Kantor Berita Antara.
- Nonton konser band-band favorit saya, seperti KOC, Belle and Sebastian, dan Camera Obscura.
- Jadi relawan di acara Java Festival Production.
- Banyak berbagai kegiatan yang saya lakukan, baik sendiri maupun sama sahabat-sahabat saya.

Terima kasih, Tuhan. Kau berikan saya tahun yang membahagiakan. Semoga tahun 2011, Tuhan berikan saya lebih banyak kebahagiaan. Dan segala cobaan di tahun depan bisa saya hadapi dengan baik. Amin. :D

Saturday, December 25, 2010

MERRY MERRY CHRISTMAS!


image from google

NB: Entah kenapa saya merasa Natal tahun ini terasa sepi..

Sunday, December 12, 2010

Belle & Sebastian at Beatfest 2010 - Jakarta

Belle & Sebastian - I'm A Cuckoo


Belle & Sebastian - Sukie In The Graveyard

Camera Obscura at La Lights Indiefest Festive Sound 2010 - Bandung

Camera Obscura - Teenager

Videos at Java Jazz Festival 2010

Dwiki Darmawan and Friends

Bandanaira

Saturday, December 4, 2010

Konser Bonita "Terimakasih"

Kemarin, sehari setelah menonton konser Dewa Budjana, saya pun menonton konser Bonita di Salihara. Kali ini saya menonton bersama sahabat saya, Atre. Konser akhir tahun yang bertajuk "Terima Kasih" ini sungguh sangat menakjubkan. Entah gimana saya bisa menjelaskannya, karena saya sungguh kagum dengan konser ini. Suara Bonita sungguh sangat bagus. Selain itu, suara suaminya Bonita, Petrus Briyanto Adi, sangat ganteng. Hahahaha.. Banyak yang menarik di konser ini, yaitu ada pemain kecapi dan akordeon. Para penyanyi latarnya pun tidak kalah keren.

Saya dan Atre sangat suka sama konser. Satu yang sangat disayangkan Bonita tidak keluar dari backstage, tak sepertiwaktu konser Tika. Padahal Atre pengen minta tanda tangan di CDnya.


BONITA & the hus BAND
Bonita: vokal
Petrus Briyanto Adi: gitar, vokal
Bharata Eli Gulo: perkusi, vokal
Jimmy Tobing: saksofon
Pemain tambahan:
Sheila Permatasaka: gitar bass
Kaunang Bungsu Supratman: perkusi
Pemain tamu:
Andreas Arianto Yanuar: akordeon
Eni Agustien: guzheng
Mery Kasiman: piano
Penyanyi latar:
Davina Nanlohy
Rainy Kandou
Putri Habibie
Arthur Wongkar

Thursday, December 2, 2010

Konser Dewa Budjana di Salihara

Dewa Budjana adalah salah seorang gitaris Indonesia paling menonjol saat ini. Dengan teknik permainan dan corak bunyi gitarnya yang berkarakter kuat, ia telah malang-melintang di dunia musik Indonesia dalam berbagai peran: gitaris grup band Gigi, gitaris tunggal (dengan empat album solo instrumental), session player bersama berbagai macam musisi, dan pendiri trio gitar Trisum yang sempat mencuri perhatian publik. Ia bahkan berkiprah sebagai produser, mulai dari album bernuansa religi hingga album gitaris Balawan. Dalam perjalanan karirnya, Dewa Budjana pernah bergabung dengan kelompok-kelompok musik Indonesia, di antaranya adalah Squirrell (1980-1985), Spirit (1989-1992), Java Jazz (1993-1994), dan Gigi (1994-sekarang). Selain itu Budjana juga menjalani karir sebagai gitaris tunggal dan telah menghasilkan album solo Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), dan Home (2006), di samping sebuah album rohani bertajuk Nyanyian Dharma (1998). Dalam konser di Teater Salihara kali ini, Budjana akan membawakan sepilihan karya-karya terbaiknya, antara lain: “Kromatiklagi”, “Lost Paradise”, “Rerad Rerod”, “Gangga”, “Malacca Bay”, “Temple Island”, “Dreamland”, “Dancing Tears”, dan “Caka”.
*Artikel di atas dikutip dari sini.

Semalam, saya menyaksikan Konser Dewa Budjana di Salihara. Pertunjukkan yang sangat mengesankan buat saya. Cukup butuh perjuangan buat mendapatkan tiketnya. Sebenarnya saya sudah tahu akan acara ini sebulan yang lalu dan berniat membeli tiketnya setelah gajian. Tapi ternyata di hari Senin tanggal 29 November 2010, info dari twitter Salihara menyatakan bahwa tiket Konser Dewa Budjana sudah sold out. *Dong!* Karna ga percaya, (curiga kalau ini taktik dagang ;p) akhirnya saya pun menelpon ke Salihara untuk memastikan dan tenyata memang benar sudah sold out. Padahal saya cuma mau satu tiket aja. Huhuhuuu.. Pupus sudah harapan saya. Saking desperadonya, saya jadi niat menonton pertandingan bola Indonesia - Malaysia. Hahaha.. *gila, grace boros banget!*

Tapi ternyata, saya memang diharuskan untuk menyaksikan Konser Dewa Budjana. Salihara menambahkan tiket pertunjukkannya, namanya tiket lesehan. Sesuai namanya kita duduk lesehan di depan panggungnya langsung. Tanpa pikir panjang, setelah melihat info ini langsung saja saya menelpon, iiket dipesan, uang ditransfer, dan tinggal tukar tiketnya di Salihara. Yiiiipppppiiieee!!! :DD

Pulang kantor, langsung mandi, main cafe world dulu, dan langsung cabut ke Salihara dengan sepeda. Yeeaaaahh!!!

Sekitar jam 8 lewat 5 menit, saya pun masuk ke ruang teater Salihara yang dingin kebangetan. Hahaha.. Berapa kali masuk ke ruangan ini pasti selalu kedinginan. :( Lalu saya pun mencari duduk lesehan yang pas, yaitu tepat persis di depan Dewa Budjana akan beraksi. Dalam konser ini, Dewa Budjana yang sebagai tokoh utamanya juga dibantu oleh beberapa temannya. Antara lain, Sandy Winarta (drum), Shadu Shah Chaidar (bass), Irsa Destiwi (piano), Dandy Lasahido (keyboards), Saat (suling), dan Jalu (perkusi).

Sebanyak 18 lagu dimainkan oleh Dewa Budjana, dengan urutan sebagai berikut:
Semua lagu dimainkan dengan penuh penghayatan dan para penonton pun terhanyut, termasuk saya. Di panggung, Dewa Budjana dikelilingi oleh gitar-gitarnya. Sayangnya ada peraturan yang melarang untuk memfoto, jadi tak ada gambar yang bisa saya ambil selama pertunjukkan tersebut. Ehmm.. Biarlah ini menjadi pertunjukkan indah itu terekam di pikiran dan hati saya. *hadah! gayamu grace grace..* Dewa Budjana bisa dibilang salah satu pemusik yang saya kagumi, jadi suatu kebahagiaan jika bisa melihat penampilan beliau secara langsung.

Dua foto berikut diambil saat pembukaan Festival Salihara 2010 kemarin. Dengan nekat dan sedikit grogi, saya dan teman saya, Yanti, minta foto sama Dewa Budjana. Foto ini diambil pakai kamera Ricoh F3.


NB: Sedikit menyesal karna pulang cepet, ternyata di acara konser kemarin ada Piyu Padi dan saya tak melihat. Padahal kan pengen minta foto. Hihihi.. ;p Beliau juga salah satu idola saya. :(

Thursday, November 25, 2010

Hitam Putih Dari Sebuah Ricoh F3

Seandainya Jakarta Banyak Pohon
end of the church


Sunyi Senyap

My Best Friends and Eminem

Sunday, November 21, 2010

Djakarta Artmosphere 2010

Setahun yang lalu tepatnya tanggal 7 November 2009, saya datang ke Djakarta Artmosphere biasa disingkat Djaksphere dan saya pun menuliskannya di sini. Tahun ini acara tersebut datang lagi dan saya sudah pasti menontonnya lagi. Mungkin ini bisa jadi acara tahunan yang wajib saya datangi. Semoga tahun depan ada lagi dan lebih lebih bagus lagi tentunya. *Amin*


Ya. Tanggal 20 November 2010 acara Djakarta Artmosphere diadakan lagi, kali ini kolaborasinya cukup menarik. Pertama kali saya mendengar info tentang acara ini, saya langsung tertarik dengan adanya Godbless. Walaupun saya bukan penggemar berat mereka, tapi entah kenapa saya ingin sekali melihat penampilan para rockstar senior ini secara langsung. Jadi langsunglah saya membeli tiket presalenya, seharga 50 ribu rupiah. Dan lagi-lagi (lagi) tanpa memikirkan apakah akan ada teman menonton atau ngga. Hahahaha.. Tapi saya mencoba mengajak teman, si Gilling, walupun saya tau itu agak susah karena dia sekarang bekerja di Batam. *Jadi kangen sama Gilling. Teman baik saya dalam menonton acara musik dan datang ke pameran seni. Ling, ke Jakarta dong! Kita hura-hura lagi.* Selain itu, si Gori (pacarnya Gilling) mau datang juga, tapi karena uang buat beli tiket kepake jadinya batal deh. Untungnya, ada teman saya, Sida, yang dapat tugas liputan acara ini dari tempat magangnya jadi saya ada teman deh. ;)
Setahun yang lalu saya sudah jatuh cinta dengan Djaksphere dan tahun ini saya jadi semakin cinta. *Coba ini bisa saya pacarin. Hahahaha..* Kalau berdasarkan pendapatan (sok2-an) saya, Djaksphere merupakan acara yang berbeda dari semua konser yang saya pernah sambangi. Dari setahun yang lalu dan konser ini memiliki ciri khas yaitu memadukan penyanyi/band senior (lama) dengan penyanyi/band junior (baru) yang berkualitas pastinya. Untuk tahun ini dengan tema "Djakarta Artmosphere, arts for a better Indonesia. Lintas kreasi, lintas generasi." menampilkan kolaborasi dari Oddie Agam featuring Mocca - Bonita & The Hus Band - The Trees and The Wild, Utha Likumahuwa featuring Leonardo, Sylvia Saartje featuring Gugun Blues Shelter, dan Godbless featuring Navicula. Bisa dibilang penyanyi/band juniornya tahun ini tidak setenar yang tahun lalu, seperti Sore, WSATCC, Tika & The Dissidents, dan Efek Rumah Kaca, paling hanya beberapa yang cukup terkenal tapi penampilan mereka tidak kalah dengan tahun lalu. Tentu saja saya suka semua ya! :D
Sedikit jepretan foto dari saya yang seorang amatiran.

NB: Semoga tahun depan masih ada lagi dan wishlist saya buat tahun depan yaitu Ikang Fauzi. ;)

Tuesday, November 16, 2010

ONROP! Musikal

Apa yang saya lakukan senin malam kemarin? Saya menonton ONROP! Musikal yaitu sebuah drama musikal yang disutradarai oleh Joko Anwar dan diproduseri oleh Afi Shamara.


Awalnya saya sudah tidak niat untuk menonton acara ini, karena rencananya tanggal 13-16 November saya berencana ke Karimun Jawa. Tapi karena banyak yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan, terlebih karena kondisi Merapi yang pada saat itu semakin memburuk. Akhirnya, pihak travel membatalkan perjalanan ke Karimun Jawa tersebut.


Saya pun memutuskan untuk menonton Onrop! Musikal di hari Senin tanggal 15 November. Dan seperti biasa saya pergi sendiri. Hahaha.. Saya baru beli tiketnya hari Sabtu yang tersisa tinggal kelas VIP atau gold dan itu pun sudah tinggal beberapa bangku lagi yang kosong. Yasudalah, 300 ribu yang tadinya buat ke Karimun Jawa saya pakai buat beli tiket Onrop.


Keluar dari kantor sekitar jam 6an, lalu saya jalan sampai nemuin kopaja p20, naik dan turun TIM. Ini pertama kalinya saya memasuki dan melihat secara dekat Teater Jakarta, biasanya cuma lewat dan lihat dari jauh saja. Ternyata setelah dilihat dari dekat, ini gedung keren juga.


Bisa dibilang saya datang kecepatan, lihat kiri kanan rata-rata yang datang sama teman, pacar, atau keluarga. Sedangkan saya, pasti datang sendirilah. Hahaha.. *tertawa miris* Berdasarkan prinsip saya, "Kalau emang pengen, datang sendiri pun tak masalah buat saya." Rata-rata teman yang saya ajakin pada ngga bisa, dengan berbagai alasan. Tapi rasa keinginan saya untuk menonton sangat besar, jadi tak menyurutkan niat saya untuk datang.


Mungkin sudah banyak yang menulis tentang Onrop! Musikal ini baik yang memuji maupun yang mengkritik. Jadi di sini, saya tidak mau memuji dan tidak pula mengkritik. Saya cuma bilang, saya gembira menonton Onrop! Musikal. Satu yang saya suka, yaitu tokoh Amir yang diperankan oleh Ario Bayu. Biar ada yang bilang, beberapa jokes-nya terbilang biasa saja, malah ada yang bilang membosankan. Tapi saya menghargai hasil karya Joko Anwar dan kawan-kawan. Sukses buat karya selanjut ya! Selamat juga untuk dua teman saya yang turut serta tampil di Onrop! Musikal, yaitu Canti Widyadhari dan Rangga Hilman. Selamat ya! :D


NB: Drama musikal yang pengen saya tonton selanjutnya adalah Musikal Laskar Pelangi. *Ada yang mau nonton sama saya?*