Tuesday, September 28, 2010

Semua Pejabat Itu Sama

Ada sebuah cerita yang saya dengar langsung dari bos. Kemaren bos saya ditelepon sama seorang pejabat daerah (entahlah jabatan dia apa, yang pasti dia pejabat suatu daerah kecil). Dia menelepon karna membaca buletin Warta Perundang-Undangan (WPU) dan di bagian cover ada tulisan "menerima layanan: setting layout & printing kalender, majalah bla bla bla". Pejabat daerah menelepon bermaksud meminta pelatihan setting layout karna berencana ingin membuat majalah atau buletin. Tapi ternyata itu cuma akal-akalan pejabat itu, sebenarnya dia cuma ingin ada alasan untuk jalan-jalan ke Jakarta. Sebab katanya belum pernah ke Jakarta. Lalu dia pakai alasan pelatihan, supaya bisa mengeluarkan anggaran daerahnya dan dipakai untuk bersenang-senang di Jakarta.

Mendengar cerita itu, saya jadi teringat dengan kelakuan para anggota DPR baru-baru ini. Melakukan studi banding ke beberapa negara seperti Inggris, Afrika Selatan, dan lain-lain, dengan biaya yang gila-gila. Padahal bisa dikatakan studi banding itu cuma akal-akalan mereka saja. Dan niat sesungguh sama kaya pejabat daerah yang ingin ke Jakarta itu. Studi banding cuma satu jam dan sedangkan sisa waktunya untuk senang-senang. Lagipula belum tentu studi banding yang satu jam itu bisa diserap dan diterapkan dengan baik oleh para pejabat tersebut.

Mungkin yang ada dipikirkan para pejabat di Indonesia adalah bagaimana cara mengeluarkan uang negara dengan kedok untuk kepentingan pemerintah, padahal uang tersebut untuk kesenangan pribadi para pajabat itu sendiri.

Dalam hati saya berpikir, "Sepertinya para pejabat pemerintah Indonesia, baik yang di daerah maupun yang di pusat, memang begitu ya."

2 comments:

sheilaisme said...

nah kalau nanti kita udah jadi pejabat jangan gitu ya.
hehehe

grace my sitorus said...

gue mau ya jd presiden
hahaha